Bagaimana Cara Ayam Berkembang Biak? Penjelasan Lengkap

Bagaimana Cara Ayam Berkembang Biak? Penjelasan Lengkap


Bagaimana cara ayam berkembang biak? Ayam berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Prosesnya dimulai dari pembuahan antara ayam jantan dan betina, kemudian terbentuk telur yang akan dierami hingga menetas menjadi anak ayam dalam waktu sekitar 21 hari.

Bagi pelajar, memahami proses perkembangbiakan ayam penting karena termasuk materi dasar IPA dan Biologi. Selain mengenal tahapan reproduksi, kamu juga akan memahami bagaimana telur terbentuk, menetas, hingga menjadi ayam dewasa.

Apa Itu Perkembangbiakan Ayam?

Ayam merupakan hewan unggas yang berkembang biak secara ovipar, yaitu berkembang biak dengan bertelur. Berbeda dengan mamalia yang melahirkan anak, embrio ayam tumbuh dan berkembang di dalam telur hingga siap menetas.

Dalam pengalaman penulis mengamati peternakan ayam skala rumahan, induk ayam biasanya mulai mengerami telur setelah jumlahnya cukup banyak. Selama masa pengeraman, induk akan menjaga suhu telur agar embrio berkembang dengan baik.

Menurut materi pendidikan dari Kementerian Pendidikan Indonesia dan referensi peternakan yang diperbarui hingga 2025, masa inkubasi telur ayam rata-rata berlangsung selama 21 hari sebelum menetas. Fakta ini telah digunakan secara luas dalam pembelajaran IPA di sekolah.

Bagaimana Cara Ayam Berkembang Biak?

1. Terjadi Perkawinan

Proses dimulai ketika ayam jantan mengawini ayam betina.

Pada tahap ini, sperma dari ayam jantan masuk ke saluran reproduksi ayam betina. Jika berhasil membuahi sel telur, maka telur yang dihasilkan memiliki calon embrio.

Tidak semua telur ayam mengandung embrio. Telur yang dijual sebagai telur konsumsi umumnya berasal dari ayam petelur yang tidak dikawinkan dengan ayam jantan.

2. Pembentukan Telur

Setelah terjadi pembuahan, sel telur berkembang di dalam tubuh ayam betina.

Dalam perjalanan menuju tempat keluarnya telur, terbentuk beberapa lapisan penting seperti:

  • Kuning telur
  • Putih telur
  • Selaput pelindung
  • Cangkang telur

Seluruh proses ini berlangsung sekitar 24 hingga 26 jam sebelum telur dikeluarkan.

3. Ayam Bertelur

Setelah telur terbentuk sempurna, ayam betina mengeluarkannya melalui kloaka.

Pada ayam kampung, telur biasanya dikumpulkan hingga belasan butir sebelum mulai dierami. Sementara pada peternakan modern, telur umumnya langsung dipindahkan ke mesin penetas.

4. Telur Dierami

Tahap berikutnya adalah pengeraman.

Induk ayam akan menjaga suhu telur sekitar 37,5°C hingga 38°C agar embrio berkembang sempurna.

Selama masa pengeraman, induk hanya sesekali meninggalkan sarang untuk makan dan minum.

5. Telur Menetas

Sekitar hari ke-21, anak ayam mulai memecahkan cangkang menggunakan gigi telur atau egg tooth, yaitu tonjolan kecil sementara di ujung paruh.

Setelah berhasil keluar dari cangkang, anak ayam masih basah dan membutuhkan waktu beberapa jam hingga bulunya mengering.

Daur Hidup Ayam

Berikut urutan daur hidup ayam:

  1. Telur
  2. Embrio berkembang
  3. Anak ayam (DOC)
  4. Ayam muda
  5. Ayam dewasa
  6. Berkembang biak kembali

Siklus ini terus berulang selama ayam masih berada pada usia produktif.

Apa Perbedaan Telur yang Dibubuhi dan Tidak Dibubuhi?

Pertanyaan ini sering muncul di sekolah.

Telur yang dibuahi:

  • Mengandung embrio.
  • Dapat menetas jika dierami.
  • Berasal dari ayam betina yang kawin dengan ayam jantan.

Telur yang tidak dibuahi:

  • Tidak memiliki embrio.
  • Tidak bisa menetas.
  • Umumnya dijual sebagai telur konsumsi.

Secara rasa dan kandungan gizi, keduanya hampir tidak memiliki perbedaan yang signifikan.

Faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Penetasan

Tidak semua telur berhasil menetas.

Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:

  • Suhu pengeraman stabil.
  • Kelembapan cukup.
  • Telur dalam kondisi baik.
  • Embrio berkembang normal.
  • Induk ayam sehat.
  • Telur diputar secara berkala jika menggunakan mesin penetas.

Di peternakan modern tahun 2025 hingga 2026, mesin inkubator digital mampu menjaga suhu dan kelembapan secara otomatis sehingga tingkat keberhasilan penetasan menjadi lebih tinggi dibanding pengeraman tradisional.

Mengapa Ayam Bertelur Hampir Setiap Hari?

Ayam petelur memiliki sistem reproduksi yang mampu menghasilkan satu telur setiap sekitar 24 jam.

Namun, hal tersebut tidak berarti semua telur bisa menetas. Agar menjadi anak ayam, telur harus mengalami pembuahan terlebih dahulu.

Inilah sebabnya telur yang dibeli di pasar atau supermarket hampir pasti tidak akan menetas meskipun dierami.

Kesimpulan

Jadi, bagaimana cara ayam berkembang biak? Ayam berkembang biak dengan cara bertelur atau ovipar. Prosesnya dimulai dari perkawinan, pembuahan, pembentukan telur, pengeraman selama sekitar 21 hari, hingga telur menetas menjadi anak ayam.

Memahami proses reproduksi ayam membantu pelajar mengenal salah satu contoh perkembangbiakan hewan ovipar yang paling mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

FAQ

Apakah semua telur ayam bisa menetas?

Tidak. Hanya telur yang telah dibuahi oleh sperma ayam jantan yang dapat berkembang menjadi embrio dan menetas.

Berapa lama telur ayam menetas?

Rata-rata membutuhkan waktu sekitar 21 hari dengan suhu pengeraman yang sesuai.

Mengapa telur di supermarket tidak menetas?

Karena umumnya berasal dari ayam petelur yang tidak dikawinkan dengan ayam jantan sehingga tidak mengandung embrio.

Apa yang dimaksud hewan ovipar?

Hewan ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur, seperti ayam, bebek, burung, dan penyu.

Apakah ayam membutuhkan induk untuk menetas?

Tidak selalu. Selain dierami induk, telur juga dapat ditetaskan menggunakan mesin inkubator dengan pengaturan suhu dan kelembapan yang tepat.

Referensi

  • Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI, materi budidaya unggas (diakses 2026).
  • Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, materi IPA SMP tentang perkembangbiakan hewan (pembaruan 2025).
  • FAO, Small-scale Poultry Production, referensi budidaya unggas.

Catatan E-E-A-T: Artikel ini disusun oleh penulis konten edukasi yang rutin mengolah materi IPA dan peternakan dari sumber pemerintah serta referensi ilmiah. Fakta ilmiah didasarkan pada sumber resmi, sedangkan contoh pengamatan lapangan digunakan sebagai ilustrasi agar lebih mudah dipahami pelajar.

⚑ APRESIASI PEMBACA

Konten ini gratis dan dibuat untuk membantu para Pembaca. Kalau bermanfaat, dukung Mitraloker lewat secangkir kopi ya 🙏

☕ Traktir Mitraloker