Saudi Luncurkan Package Visa, Indonesia Jadi Pasar Awal

Saudi Luncurkan Package Visa, Indonesia Jadi Pasar Awal


Arab Saudi terus melakukan transformasi besar dalam sektor pariwisata. Pada 2026, negara tersebut memperkenalkan Package Visa, sebuah layanan yang dirancang untuk menyederhanakan proses perjalanan wisatawan internasional.

Kabar menariknya, Indonesia termasuk dalam pasar awal yang mendapatkan akses terhadap skema baru ini.

Melalui Package Visa, wisatawan tidak perlu mengurus seluruh komponen perjalanan secara terpisah. Tiket pesawat, akomodasi, dan proses visa turis dapat terintegrasi dalam satu paket perjalanan melalui penyedia layanan yang disetujui.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Arab Saudi untuk membuat pengalaman berkunjung ke negaranya lebih praktis sekaligus mendukung target besar sektor pariwisata.

Apa Itu Package Visa Arab Saudi?

Package Visa adalah layanan visa turis elektronik yang terhubung dengan pembelian paket perjalanan terpadu.

Dalam sistem ini, wisatawan membeli paket melalui penyedia jasa perjalanan dan pariwisata yang memiliki izin. Paket tersebut menggabungkan beberapa kebutuhan utama perjalanan, seperti:

  • Tiket penerbangan
  • Akomodasi atau hotel berlisensi
  • Pengurusan visa turis elektronik
  • Layanan dan pengalaman wisata sesuai paket

Artinya, calon wisatawan tidak harus menyusun setiap kebutuhan perjalanan melalui platform berbeda.

Berdasarkan portal layanan pemerintah Saudi, skema Visa By Package memungkinkan visa turis bagi pengunjung dari kelompok negara tertentu diproses secara elektronik melalui pembelian paket perjalanan terpadu.

Indonesia Masuk Pasar Awal Package Visa

Salah satu fakta penting bagi wisatawan Tanah Air adalah masuknya Indonesia dalam kelompok negara awal yang memperoleh akses terhadap layanan Package Visa.

Selain Indonesia, pasar awal program ini mencakup sejumlah negara seperti Yordania, Mesir, India, Bangladesh, dan Meksiko.

Masuknya Indonesia cukup masuk akal jika melihat besarnya potensi perjalanan masyarakat Indonesia ke Arab Saudi.

Selama ini, Saudi sangat identik dengan perjalanan ibadah bagi masyarakat Indonesia. Namun, perkembangan sektor pariwisata Saudi membuka peluang perjalanan yang lebih luas.

Wisatawan kini mulai mengenal destinasi budaya, sejarah, alam, hingga kota modern di luar rute perjalanan tradisional.

Bagaimana Cara Kerja Package Visa Saudi?

1. Memilih penyedia perjalanan resmi

Wisatawan perlu menggunakan penyedia jasa perjalanan atau pariwisata yang telah mendapatkan izin sesuai ketentuan Saudi.

Hal ini penting karena Package Visa bukan sekadar layanan pengajuan visa mandiri.

2. Membeli paket perjalanan

Calon pengunjung memilih paket yang menggabungkan kebutuhan utama perjalanan.

Paket dapat mencakup penerbangan dan akomodasi berlisensi serta proses pengajuan visa turis.

3. Data perjalanan diproses secara digital

Sistem antara sektor pariwisata dan otoritas terkait di Arab Saudi akan mengintegrasikan informasi perjalanan serta permohonan visa.

4. Menunggu persetujuan visa

Permohonan tetap melalui proses persetujuan otoritas Arab Saudi. Setelah disetujui, nomor visa diterbitkan secara elektronik.

Informasi peluncuran program menyebut visa elektronik dalam skema ini dapat diterbitkan paling lambat sekitar 48 jam setelah proses pembelian paket perjalanan selesai, sesuai mekanisme dan kelayakan pemohon.

5. Wisatawan melakukan perjalanan ke Saudi

Setelah visa diterbitkan, pengunjung dapat melakukan perjalanan sesuai periode izin visa dan jadwal paket yang telah dipilih.

Mengapa Package Visa Menarik bagi Wisatawan Indonesia?

Bagi wisatawan Indonesia, persoalan perjalanan internasional sering kali bukan hanya soal harga tiket.

Proses mencari penerbangan, memilih hotel, memahami persyaratan visa, dan memastikan dokumen sesuai ketentuan dapat memakan waktu.

Bayangkan seorang wisatawan dari Bandung yang ingin mengunjungi Riyadh dan Jeddah.

Dalam sistem perjalanan biasa, ia mungkin harus membeli tiket melalui satu platform, mencari hotel melalui aplikasi lain, kemudian mempelajari prosedur visa secara terpisah.

Dengan konsep Package Visa, beberapa proses tersebut dapat digabungkan melalui satu paket perjalanan.

Menurut analisis kami, keunggulan terbesar sistem ini bukan sekadar visa yang lebih praktis, tetapi kepastian komponen perjalanan.

Integrasi tiket, hotel, dan dokumen perjalanan berpotensi mengurangi kesalahan administrasi akibat informasi perjalanan yang tidak sinkron.

Saudi Catat Lebih dari 29 Juta Pengunjung Internasional pada 2025

Peluncuran Package Visa tidak terlepas dari pertumbuhan sektor pariwisata Arab Saudi.

Saudi Press Agency melaporkan Arab Saudi menerima lebih dari 29 juta pengunjung internasional sepanjang 2025.

Angka tersebut menunjukkan perkembangan besar sektor perjalanan Saudi.

Pemerintah Arab Saudi juga terus memperluas pilihan akses masuk bagi wisatawan. Sebelumnya, Saudi telah menghadirkan tourist e-Visa, visa on arrival untuk kelompok tertentu, dan Stopover Transit Visa.

Package Visa menjadi bagian berikutnya dari transformasi tersebut.

Kebijakan ini sejalan dengan Saudi Vision 2030, yang mendorong diversifikasi ekonomi dan memperkuat peran sektor pariwisata.

Bukan Hanya Makkah dan Madinah, Wisata Saudi Semakin Beragam

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, nama Arab Saudi biasanya langsung mengingatkan pada Makkah dan Madinah.

Namun, lanskap pariwisata Saudi berkembang pesat.

Riyadh semakin dikenal sebagai pusat bisnis, hiburan, dan acara internasional. Jeddah menawarkan kawasan bersejarah dan wisata pesisir Laut Merah.

Sementara itu, AlUla menjadi salah satu destinasi budaya dan sejarah yang banyak mendapatkan perhatian wisatawan dunia.

Inilah alasan Package Visa berpotensi menarik segmen baru dari Indonesia.

Bukan hanya jamaah perjalanan religi, tetapi juga wisatawan keluarga, pencinta sejarah, wisata halal, hingga pembuat konten perjalanan.

Package Visa dan Visa Umrah, Apakah Sama?

Tidak.

Package Visa yang diperkenalkan Saudi berkaitan dengan visa turis yang terintegrasi dalam paket perjalanan.

Sementara perjalanan Umrah memiliki aturan dan mekanisme layanan tersendiri.

Saudi juga memiliki platform Nusuk untuk mendukung layanan perjalanan Umrah. Pada platform tersebut tersedia paket yang dapat mencakup visa, penerbangan, akomodasi Makkah dan Madinah, makanan, transportasi antarkota, hingga layanan pendampingan.

Karena itu, masyarakat Indonesia sebaiknya tidak langsung menganggap Package Visa sebagai pengganti visa Umrah.

Jenis visa harus disesuaikan dengan tujuan perjalanan dan ketentuan resmi yang berlaku saat keberangkatan.

Tips Sebelum Membeli Package Visa Saudi

Wisatawan Indonesia tetap perlu berhati-hati sebelum membeli paket perjalanan.

Pertama, periksa legalitas penyedia perjalanan. Jangan hanya tergiur harga murah dari akun media sosial yang tidak memiliki informasi perusahaan jelas.

Kedua, baca detail komponen paket. Pastikan Anda mengetahui maskapai, hotel, jumlah malam, jenis visa, dan layanan wisata yang diperoleh.

Ketiga, periksa kebijakan pembatalan dan perubahan jadwal.

Terakhir, gunakan platform dan penyedia layanan resmi. Digitalisasi perjalanan memang memberikan kemudahan, tetapi juga dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membuat layanan palsu.

Package Visa Bisa Mengubah Tren Wisata Saudi dari Indonesia

Package Visa berpotensi membuat perjalanan ke Arab Saudi lebih mudah dipahami oleh wisatawan pemula.

Selama ini, persepsi mengenai perjalanan ke Saudi masih cukup kuat pada wisata religi. Dengan proses perjalanan wisata yang semakin sederhana, pasar wisata umum dari Indonesia berpeluang berkembang.

Bagi agen perjalanan Indonesia, kebijakan ini juga dapat menjadi peluang untuk menciptakan produk baru.

Misalnya paket wisata halal Riyadh-Jeddah, perjalanan sejarah Islam, wisata keluarga Saudi, atau kombinasi perjalanan religi dan eksplorasi destinasi budaya.

Namun, kemudahan visa harus tetap dibarengi edukasi kepada wisatawan mengenai fungsi setiap jenis visa.

FAQ Package Visa Arab Saudi

Apakah warga Indonesia bisa menggunakan Package Visa?

Indonesia termasuk dalam pasar awal yang disebut mendapatkan akses terhadap program Package Visa Saudi. Ketersediaan paket tetap bergantung pada penyedia layanan resmi dan ketentuan yang berlaku.

Apakah Package Visa bisa diajukan sendiri?

Skema ini dirancang terintegrasi dengan pembelian paket perjalanan melalui penyedia jasa perjalanan dan pariwisata yang memenuhi ketentuan Saudi.

Apa saja yang termasuk dalam Package Visa?

Komponen utama dapat mencakup penerbangan, hotel berlisensi, dan pengurusan visa turis elektronik. Isi paket dapat berbeda tergantung penyedia.

Berapa lama proses visanya?

Informasi awal mengenai program menyebut proses penerbitan visa elektronik dapat berlangsung hingga sekitar 48 jam setelah pembelian paket selesai dan persyaratan terpenuhi.

Apakah Package Visa sama dengan visa Umrah?

Tidak. Package Visa berkaitan dengan skema visa turis terpadu. Untuk perjalanan Umrah, calon jamaah harus mengikuti aturan dan mekanisme perjalanan ibadah yang berlaku.

Kesimpulan

Peluncuran Package Visa menjadi langkah terbaru Arab Saudi dalam menyederhanakan perjalanan wisata internasional.

Dengan mengintegrasikan tiket penerbangan, hotel, dan proses visa turis dalam satu paket, wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan proses yang lebih ringkas.

Indonesia yang masuk dalam pasar awal program ini memiliki peluang besar untuk menikmati perkembangan sektor wisata Saudi.

Bagi masyarakat Indonesia yang tertarik mengunjungi Arab Saudi, kebijakan ini dapat menjadi alternatif baru. Namun, calon wisatawan tetap perlu memeriksa penyedia perjalanan, jenis visa, dan ketentuan resmi sebelum melakukan transaksi.