Jauh sebelum Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama dan diangkat menjadi Rasul, perjalanan hidup beliau telah dipenuhi berbagai pengalaman penting. Salah satunya adalah perjalanan ke Syam bersama pamannya, Abu Thalib, ketika beliau masih berusia sekitar 12 tahun.
Perjalanan tersebut bukan sekadar perjalanan dagang. Dalam kisah yang dicatat dalam sejumlah kitab sirah, Muhammad kecil disebut bertemu dengan seorang pendeta bernama Buhaira di wilayah Bushra. Pertemuan itu kemudian menjadi salah satu kisah yang sering dibahas dalam sejarah kehidupan Rasulullah SAW.
Diasuh Abu Thalib Sejak Usia Delapan Tahun
Nabi Muhammad SAW telah menghadapi kehilangan orang-orang terdekat sejak usia belia. Setelah ibunya, Aminah, wafat, beliau berada dalam pengasuhan kakeknya, Abdul Muthalib.
Setelah Abdul Muthalib meninggal, pengasuhan Nabi Muhammad SAW dilanjutkan oleh Abu Thalib. Menurut sumber yang dikutip detikHikmah, ketika itu usia Nabi Muhammad SAW sekitar delapan tahun.
Abu Thalib kemudian merawat Muhammad seperti anaknya sendiri. Hubungan keduanya menjadi sangat dekat dan Abu Thalib dikenal sebagai sosok yang memberikan perlindungan kepada beliau pada masa-masa berikutnya.
Muhammad Kecil Ikut Berdagang ke Syam
Saat berusia sekitar 12 tahun, Nabi Muhammad SAW disebut ikut Abu Thalib dalam perjalanan dagang menuju Syam. Rombongan tersebut melakukan perjalanan hingga mencapai Bushra.
Dalam perjalanan inilah muncul kisah mengenai pertemuan dengan pendeta Buhaira. Nama Buhaira disebut dalam sejumlah literatur sirah sebagai seorang pendeta yang tinggal di wilayah Bushra.
Kisah mengenai usia Nabi Muhammad SAW ketika mengikuti perjalanan tersebut sebenarnya memiliki beberapa versi dalam riwayat. Sumber lain yang membahas kisah Buhaira menyebut adanya perbedaan riwayat mengenai usia beliau, antara lain sembilan, sepuluh, atau dua belas tahun. Karena itu, angka sekitar 12 tahun sebaiknya dipahami sebagai salah satu riwayat yang digunakan dalam penulisan sirah.
Pertemuan dengan Pendeta Buhaira
Menurut kisah yang dinukil dalam sumber sirah, Buhaira biasanya tidak memberikan perhatian khusus kepada rombongan dagang yang melintas. Namun ketika rombongan Abu Thalib tiba, ia disebut menyambut mereka.
Buhaira kemudian memperhatikan Muhammad kecil. Dalam riwayat tersebut, sang pendeta dikisahkan melihat sejumlah tanda yang menurut pengetahuannya berkaitan dengan kenabian.
Ia kemudian bertanya mengenai hubungan Muhammad dengan rombongan tersebut. Setelah mengetahui bahwa Muhammad adalah keponakan Abu Thalib, Buhaira meminta agar anak tersebut mendapat perhatian dan perlindungan.
Dalam kisah tersebut juga disebutkan adanya tanda-tanda yang dikaitkan dengan kenabian, termasuk cerita mengenai bayangan pohon yang menaungi Muhammad SAW ketika rombongan sedang beristirahat dari perjalanan di tengah cuaca panas.
Mengapa Abu Thalib Diminta Membawa Muhammad Pulang?
Bagian lain dari kisah tersebut menceritakan bahwa Buhaira meminta Abu Thalib agar tidak membawa Muhammad melanjutkan perjalanan lebih jauh.
Alasannya, menurut riwayat tersebut, Buhaira khawatir terhadap kemungkinan bahaya yang dapat menimpa Muhammad apabila orang-orang tertentu mengetahui tanda-tanda yang ia lihat.
Abu Thalib kemudian membawa Muhammad SAW kembali ke Makkah setelah urusan perjalanan dagang mereka selesai.
Kisah tersebut menjadi bagian dari literatur sirah yang menggambarkan masa muda Nabi Muhammad SAW sebelum beliau menerima wahyu. Namun, detail kisah Buhaira tidak seluruhnya memiliki tingkat kepastian sejarah yang sama. Karena itu, pembaca perlu membedakan antara riwayat sirah dan fakta sejarah yang memiliki sumber lebih kuat.
Nabi Muhammad SAW Kembali ke Syam pada Usia 25 Tahun
Perjalanan ke Syam tidak berhenti pada pengalaman masa kecil. Dalam sumber yang dikutip detikHikmah, Nabi Muhammad SAW kemudian kembali melakukan perjalanan dagang ke Syam ketika berusia sekitar 25 tahun.
Kali ini beliau membawa barang dagangan milik Khadijah RA, seorang saudagar terpandang di Makkah.
Khadijah RA disebut mengetahui reputasi Muhammad SAW sebagai orang yang jujur dan memiliki akhlak mulia. Karena itu, beliau mempercayakan barang dagangannya kepada Muhammad SAW untuk dibawa ke Syam.
Dalam perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW ditemani oleh Maisarah, seorang pembantu Khadijah RA.
Fakta Penting dari Kisah Perjalanan ke Syam
Ada beberapa informasi utama yang dapat dirangkum dari kisah tersebut.
Pertama, Nabi Muhammad SAW telah mengenal perjalanan dan aktivitas perdagangan sejak usia muda.
Kedua, Abu Thalib memiliki peran penting dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW setelah wafatnya Abdul Muthalib.
Ketiga, Bushra di wilayah Syam menjadi lokasi yang dikaitkan dengan pertemuan Nabi Muhammad SAW dengan pendeta Buhaira dalam riwayat sirah.
Keempat, usia Nabi Muhammad SAW dalam kisah perjalanan pertama ke Syam memiliki beberapa versi riwayat. Sumber yang menjadi rujukan artikel detikHikmah menggunakan usia sekitar 12 tahun.
Kelima, pada usia sekitar 25 tahun, Nabi Muhammad SAW kembali melakukan perjalanan dagang ke Syam dengan membawa barang dagangan Khadijah RA.
Hikmah dari Perjalanan Nabi Muhammad SAW
Kisah perjalanan ke Syam memperlihatkan bahwa masa muda Nabi Muhammad SAW juga diwarnai pengalaman bekerja dan melakukan perjalanan.
Sebelum menjadi Rasul, beliau telah menjalani kehidupan sebagai seorang manusia yang bekerja, berdagang, dan berinteraksi dengan masyarakat. Reputasi beliau sebagai sosok yang jujur dan dapat dipercaya kemudian menjadi salah satu alasan Khadijah RA mempercayakan perdagangan kepadanya.
Bagi umat Islam, kisah tersebut juga menjadi bagian dari pembelajaran sirah nabawiyah. Namun, setiap riwayat perlu dipelajari dengan memperhatikan sumber dan tingkat kekuatannya agar kisah sejarah Rasulullah SAW tidak tercampur dengan cerita yang tidak memiliki dasar kuat.
Perjalanan Nabi Muhammad SAW ke Syam bersama Abu Thalib dengan demikian menjadi salah satu episode penting dalam kisah kehidupan beliau sebelum masa kenabian. Pertemuan dengan Buhaira, sebagaimana diriwayatkan dalam literatur sirah, kemudian terus menjadi bagian yang menarik untuk dikaji ketika membahas kehidupan Rasulullah SAW sejak masa kanak-kanak hingga sebelum menerima wahyu.
Konten ini gratis dan dibuat untuk membantu para Pembaca. Kalau bermanfaat, dukung Mitraloker lewat secangkir kopi ya 🙏
☕ Traktir Mitraloker
Social Plugin